Monday, 13 May 2013

Penantian? Mungkin...



Hei, sebenarnya apa artinya? Sebenarnya sahabat itu apa? Teman, rival, keluarga, apa arti semua ini sesungguhnya? Baru saja membaca sesuatu yang luar biasa. Tentang sebuah penantian. Ya sebuah penantian persahabatan. Hmm, nggak cuma cinta yang menanti dengan indah seperti yang kita bayangkan selama ini. Persahabatan juga penantian. Menanti saat yang tepat ketika tercipta kesamaan diantara mereka. Menanti saat yang tepat untuk berbicara. Menanti orang yang tepat untuk dijadikan sahabat. Menanti sahabat itu datang. Bahkan ketika si sahabat mungkin sudah berada di dekat kita, kita tetap akan menanti.

Bagiku bullshit ketika kamu bilang bahwa persahabatan itu harusnya tulus, tidak mengharap apa-apa. Justru persahabatan yang tulus, bagiku adalah persahabatan yang penuh dengan harapan. Penuh dengan penantian. Apakah dia akan mendengar ceritaku? Apakah dia ingin cerita padaku sekarang? Apa dia sedang kosong sekarang? Apa dia marah padaku? Kenapa dia tidak cerita dia baru saja putus? Kira-kira dia mau menemaniku belanja nggak ya? Dia bawa payung nggak ya? Harapan-harapan seperti itu, penantian seperti itu, kecemasan seperti itu, itulah persahabatan...

Sebuah tulisan indah yang baru saja kubaca. Mengingatkanku bahwa, mungkin menemukan sahabat tak semudah itu. Ada orang-orang yang sekadar lewat dalam hidup kita. Ada yang lewat dan meninggalkan jejaknya. Ada yang datang dan mengukirkan namanya sebelum pergi. Tapi ada yang datang dan enggan beranjak. Aku tak bilang bahwa persahabatan harus selamanya. Bahkan tak masalah jika kamu hanya bertemu sahabatmu selama dua hari penuh. Tapi ketika kamu hidup dengan sedikit semangat darinya, dengan perasaan bahwa ia hidup dengan secuil semangat darimu, maka dia datang dan enggan beranjak.

Penantian adalah sesuatu yang indah. Karena di ujungnya, kamu menemukan kebahagian yang luar biasa, pertanda penantian itu usai. Tapi sebuah persahabatan, merupakan penantian panjang setiap harinya, tapi merupakan ujung setiap harinya pula. Karenanya, persahabatan begitu indah.

Karenanya, kalian begitu indah...

Mereka bilang persahabatan tidak bisa dibeli? O’o mereka salah. Justru persahabatan harus dibeli dengan harga yang sangat mahal: penantian.

Oya, sekali lagi kukatakan, cinta itu energi postif. Maka dari energi itulah kita mampu bertahan dalam penantian panjang persahabatan.

Karena kita mencintainya.

No comments:

Post a Comment