Wednesday, 16 March 2016

Tentang Sekretaris

Sudah kukatakan padamu, berulang kali, tentang apa maknanya menjadi seorang sekretaris.

Dia bukan buruh surat yang harus lari kesana kemari untuk mengurus perizinan untukmu. Bukan juga kacung yang harus melakukan segalanya untukmu. Menjadi sekretaris adalah jantung, yang bila ia berhenti berdetak sebentar saja, organisme ini dapat mati otaknya. Menjadi sekretaris adalah kunci, yang bila murah dibelinya, dapat dengan mudah dibobol dan rumah terjarah pencuri.

Sudah kukatakan padamu berulang kali, bila kita berjalan dalam rombongan besar, sekretaris bukan yang berada paling depan, bukan yang terlihat ada dan memimpin. Ia harus menunduk dan berjalan dengan rendah hati, ada di paling belakang, menjaga semuanya tanpa kata, memungut semua yang tertinggal tanpa minta disebut jasanya.

Sudah kukatakan padamu berulang kali, salah bila kau mencari tenar dengan menjadi sekretaris. Salah bila kau ingin namamu dikenang dengan menjadi sekretaris.

Tundukkan dulu kepalamu dan tutup mulut besarmu. Kerjakan dalam diam dan tanpa banyak jumawa. Bila yang lain menyalahkanmu, terima saja. Bila ada yang memujimu, tak perlu melangit dan lupa menjejak kembali.

Berapa kali lagi harus kukatakan padamu tentang ini semua?

No comments:

Post a Comment