Wednesday, 2 March 2016

Ketika BEM FISIP UI 2015 Berakhir

Ketika BEM FISIP UI 2013 berakhir,
masa-masa sebagai staf kastrat yang bego dan batu juga berakhir. Dan masa-masa sebagai sekretaris I yang mandiri dan bebas dimulai. Rasanya? Bahagia. Mungkin karena untuk pertama kalinya, aku melakukan sesuatu yang aku inginkan sejak dulu: menjadi sekretaris sebuah organisasi.

Akhir 2013
Awal 2014


Ketika BEM FISIP UI 2014 berakhir,
masa-masa sebagai sekretaris yang selalu bermanja dan dilindungi oleh Sekum dan ketua BEM nya juga berakhir. Dan masa-masa sebagai sekretaris umum yang dituntut oleh ketua BEM nya bisa menjadi jantung organisasi dimulai. Rasanya? Takut. Mungkin karena sudah tidak ada lagi orang yang akan jadi pelindungku. Kami yang menjadi intinya, dan apa yang kami lakukan akan menentukan apa yang terjadi ke depannya.

Akhir 2014

Awal 2015


Ketika BEM FISIP UI 2015 berakhir,
Lucunya, aku tidak merasa apa-apa. Sedih, ketika melihat video BEM diputar. Mungkin karena kesadaran bahwa kami sudah melakukan sangat banyak hal tiba-tiba disodorkan begitu saja. Terharu, ketika membaca buku cinta. Mungkin karena menyesali waktu yang tidak akan bisa mengulang semua pertemuanku dengan bocah-bocah ini, dari yang menulis "Jangan galak-galak kak" hingga yang menulis "Sumpah panutan! Nggak ngerti lagi aku sesayang itu sama kak bes", semuanya terasa haru. Tapi secara umum, aku tidak merasakan apa-apa. Tidak ada rasa bahagia karena sadar amanah besar itu akhirnya telah terangkat, atau rasa sedih karena tidak berada di kapal yang sama bersama orang-orang ini lagi.

Akhir 2015

Akhir yang balik ke awal

Mungkin, jadi tidak merasa apa-apa karena akhir yang ini tidak menjadi awal yang lain untukku. Mungkin juga karena aku tahu, bahwa masa-masa yang kita sayang mungkin tidak akan pernah kembali, tapi aku selalu bisa membukanya lagi dalam lembar-lembar kenangan. Mungkin orang-orang yang kita sayang tidak akan selamanya seperti ini, mereka berubah, tapi aku tahu bahwa aku pernah menemukan kehangatan pada mereka, dan kehangatan itu akan selalu siap menyambutku untuk pulang. Selalu.

Terima kasih, untuk pembelajarannya, untuk pendewasaannya, untuk tumbuh bersamanya, untuk omelan-omelan dan cerewetnya, untuk ada, terima kasih. Sungguh, aku sayang kalian semua.


See you when I see you

No comments:

Post a Comment