Saturday, 30 May 2015

Week 2: Apa lima film favorit kamu?

"Nggak boleh drama atau TV series nih?"
"Nggak lah, harus film as in movie"

Jadi, ini adalah challange ke dua ku. So, here we go.


1. Harry Potter Series
Harry Potter Series
Bahkan, jika kamu buka file di laptopku sekarang kamu akan menemukan
satu folder berjudul "Harry Potter" dan di dalamnya ada folder-folder lain berjudul "1", "2", "3", "4", "5", "6", "7". Dan bahkan dalam folder "7" ada dua folder lain berjudul "Part 1" dan "Part 2".

Tau kenapa? Karena aku secinta itu pada film ini. Pada segalanya, pada Chris Colombus hingga David Yates. Pada Harry dan bekas luka tololnya itu hingga Bellatrix yang gila. Pada Emma Watson yang bertampang cerdas hingga James dan Oliver yang identik. I just love everything about the show. And I even don't know where to start. Aku tumbuh bersama Harry Potter. Sejak kecil. Semua filmnya, semua bukunya. Bahkan hingga kini jika ada salah satu filmnya yang diputar di televisi, ibuku akan menyempatkan memberi pesan singkat "ada kesukaanmu loh di channel ini".

Kamu boleh bilang aku mainstream. I do.
Tapi buatku, Harry Potter lebih dari sekadar film fantasi tentang seorang bocah sihir yang mengalahkan pangeran kegelapan dan menyelamatkan dunia. Harry Potter Series adalah film yang mengingatkanku tentang sahabatku. Dua orang sahabat baikku, juga sangat menyukai film series ini (bahkan novelnya juga). Seorang adalah sahabat yang ku kenal di bangku SMA. Seorang adalah sahabat baikku yang kutemukan di bangku SD. Dua orang ini sama gilanya denganku. Banyaaaak sekali yang bisa kita diskusikan dan ceritakan dari film ini. Banyaaaaaaak sekali pelajaran yang sama-sama kita petik dari keseluruhan cerita ini. Dan ini yang membuat, Harry Potter menjadi pengingat, akan sahabat-sahabat baik yang telinganya selalu siap untuk mendengar, yang hatinya selalu siap dijadikan tempat pulang, yang rumahnya selalu jadi tujuan ketika aku menginjakkan kaki di Surabaya, yang nasehat-nasehatnya masih ku dengar. Harry Potter menjadi pengingat akan hangatnya sebuah persahabatan. Seperti Hogwarts yang selalu menjadi pengingat akan kehangatan bagi Harry.

“Things we lose have a way of coming back to us in the end, if not always in the way we expect.” 
-Luna Lovegood-


2. The Lord Of The Rings Series
The Lord Of The Rings Series
I love this show! How can I not? How can everyone not?
Peter Jackson sangat terobsesi pada novel milik Tolkien sejak dia muda. Hingga akhirnya Jackson mendapat kesempatan memvisualisasikan buku favoritnya itu. Dan ini adalah film yang paling mendekati ekspektasi pembaca novelnya. Bagaimana Gandalf mati dan hidup lagi. Bagaimana Aragorn takut akan takdirnya sendiri. Bagaimana Frodo kecil membawa beban besar di lehernya. Bagaimana Sam selalu setia.

Sam.
Mungkin Sam yang membuatku jatuh cinta pada film ini. Samwise adalah seorang tukang kebun yang sangat setia (tolong dicatat garis bawahi, pertebal dan tulis dengan tinta merah). Aku cinta Sam dan segala peralatan masak yang tergantung di ranselnya. Kesetiaannya hingga akhir. Hingga saat paling akhir. Dengan segala keoptimisan Sam. Dan kerendahatiannya yang sangat menjejak bumi. Betapa aku menyayangi seorang Samwise.

"Because there's some good in this world, and it's worth fighting for"
-Samwise Gamgee-


3. Kabhi Khushi Kabhi Gham
Kabhi Khushi Kabhi Gham
Yes, you may say I'm a freak. I am.
Aku sudah lama sekali kenal film ini. Tapi baru beberapa minggu yang lalu aku menonton full version dengan eng subnya. Nangis masa......... Sesedih dan semengharukan dan sebagus itu T,T. Dan yang lebih membuat ingat dan berkesan dan suka adalah: film ini bercerita tentang keluarga. Tentang bagaimana orang lain menjdi keluarga dan bagaimana keluarga menjadi orang lain dan perjuangan menyatukan puzzle keluarga yang terberai. Bagus banget.

Aku suka sama film ini karena mengingatkan akan hangatnya rumah. Dan selalu mengingatkan untuk tunduk sama orang tua. Dan bicara dengan lembut. Dan menghilangkan keangkuhan dalam keluarga. Setelah bubar nonton film ini, aku selalu jadi rindu berat pada keuarga. Pada ibu di rumah yang selalu memberikan pelukan hangat (dan makanan tentunya), pada wajah ayah yang selalu tersenyum dan mengajarkan hidup dengan bermakna, pada kakak yang selalu bisa jadi tempat pulang hati dan pikiran, pada adik yang menjadi cermin dalam menjalani hari. Film ini mengingatkan pada rumah dan segala kenyamanan dan kehangatannya.


"In life if you want to become something, achieve something, win something ... then always listen to your heart ... and if your heart doesn't reply to you then close your eyes and take the name of your mom and dad ... then see you will achieve everything, everything that is hard will become easy ... victory will be yours, just yours"
-Rahul Raichand-
4. Blind
Blind
 Blind adalah film thriller Korea yang super oke. Ceritanya tentang seorang gadis, yang jadi saksi mata sebuah pembunuhan. The problem is, that girl is blind. Alasan film ini menjadi favorit sebenernya sederhana. Film ini memuaskan hasrat thriller dalam diriku sekaligus memberikan banyak pengetahuan baru, memberikan fantasi baru. Bagaimana bisa, seorang gadis buta, menjadi saksi mata? 

Selain itu, film ini juga mengajarkan tentang rasa percaya. Iya, that thing that i didn't have much itu. Dari film ini aku belajar, bahwa terkadang, justru yang bisa melihat tidak pernah benar-benar bisa melihat. Dan karenanya, kita harus percaya pada yang lain. Karena, perlu lebih dari satu orang untuk bisa melihat dua sisi dinding pada saat yang bersamaan bukan?
"Don't be deceived by what you see"
-Blind-


5. Merah Putih
Merah Putih

Aku bukan sedang menjadi sok nasionalis. Tapi film ini memang luar biasa.
Dari tiga film trilogi merdeka, aku paling suka seri pertamanya. Merah Putih. Bukan karena film ini bertabur aktor favoritku (yes, Lukman Sardi, Donny Alamsyah, You won my heart completely!). Tapi pada visualisasi menyenangkan tentang sebuah persahabatan, pengorbanan, dan kepengecutan. Ya, aku belajar banyak tentang kepengecutan dari film ini. Tentang bagaimana orang-orang paling pengecut biasanya adalah mereka yang bermulut paling besar. Tentang bagaimana Tuhan dan bagaimana kita berbeda.

Film ini kocak, sekaligus mengharu biru, sekaligus menyenangkan untuk ditonton. Di zaman yang serba-cepat ini, Merah Putih benar-benar menjadi salah satu alat ampuh untuk mengingat bagaimana asal darah kemerdekaan kita bermula. Dan benar-benar menjadi tamparan melihat bagaimana pemimpin seharusnya bisa memimpin.

"Seorang pemimpin boleh mengatakan apa saja kepada pasukannya kecuali tidak tahu"
-Merah Putih-






Well, itu film favoritku. Murah dan common kan ya? Tapi aku pecaya seberapa sama film favorit kita, alasan kita mencintainya akan selalu berbeda. Pelajaran yang kita petik akan selalu berbeda. Dan refleksi yang kita lihat akan berbeda.

Jadi, apa film favoritmu?

No comments:

Post a Comment