Friday, 19 July 2013

Sejauh mana batas ikhlas

Ikhlas itu satu kata yang hampir selalu dikaitkan dengan derita, beban, segala hal negatif. Premis umumnya, ketika kamu dapat kejadian negatif, maka ikhlaslah. Padahal ketika kamu sedang bersenang-senang, kamu juga butuh ikhlas. Ketika kamu kebetulan dapat nilai bagus, kamu harus ikhlas atas kehebatanmu itu.

Tapi sejauh mana sih batas ikhlas itu? Sejauh mana ukurannya?

Ketika kamu melihat orang lain, mendapatkan apa yang kamu inginkan, tanpa usaha apapun, sementara kamu tidak. Dalam hati telah meyakinkan diri sejuta kali bahwa kamu baik saja. Tapi kamu memang tidak baik saja. Ada rasa kecil, memberontak, menanyakan apa yang dia punya dan kamu tidak. Suara kecil yang menolak kenyataan bahwa dia lebih baik. Ah, betapa angkuhnya, betapa sombongnya.

Ikhlas, bagaimana kamu mengukurnya?

Justru, ketika kamu menanyakan dimana ukurannya, ketika kamu bertanya apakah kamu sudah cukup ikhlas, ketika kamu menanyakan dimana batas dan dimana awal ikhlas dalam hatimu, menyinggung-nyinggung ikhlas, mencarinya. Justru saat itulah keikhlasanmu dipertanyakan.

No comments:

Post a Comment