Tuesday, 7 August 2012

Tolong

Udah seminggu lebih di depok. "Depok gimana Bes?" panas. Macet. Jalanan serem. Angkotnya brutal.

Tapi di depok ini aku kuliah. Begitu masuk area UI, kamu bakalan nemu sistem yang berbeda. Yang memfasilitasi mahasiswa banget.. Ada spekun (Sepeda kuning) yang bisa dipinjem buat muter muter UI. Ada bikun (Bis kuning) yang muncul tiap 15 menit di halte bikun dan nggak bisa di-stop sembarangan. Di UI ini... Di masjidnya yang gede. Perpusnya yang guede. Hutannya yang gueeeede. Somehow masih ngerasa "beneran nih aku kuliah disini?"

Maba.

Ospek

Seperti semua maba yang lagi ospek di seluruh penjuru Indonesia. Di sini juga banyak tugas. Banyak ketentuan dan regulasi. Sebel? Nggak juga. Capek? Iya banget. Bukannya sombong ya, tapi dengan jungkir baliknya dunia Smala ku (yang super sibuk, yang bahkan tugas MOS dan LDK nya lebih banyak dari ospek ini) aja aku masih ngerasa capek banget. Mondar mandir di kampus dari pagi sampai malem. Apalagi mereka yang nggak pernah dikader macam smalane?

Bukan, aku tidak menyalahkan rasa capek dan kantuk atau marah yang mungkin menyerang semua maba. Aku kecewa pada etika yang ditunjukkan oleh mereka mereka yang tidak puas.

"Gila, harus pake putih putih? A males a, biar aja besok gua kagak mau make"
"Bisa cabut kok. Tetep dapet, nggak mungkinlah.. Itu kan hak kita"
"Nggak usah gitu kak, capek lo ntar"
"Apaan sih? Display UKM? lu dateng? males banget gua"
dan sebagainya dan sebagainya...

Itu omongan maba UI. Yang katanya kampus perjuangan. Omongan picik untuk merencanakan pelanggaran peraturan dan mencela panitia dari segala sisi. Setiap keluhan keluhan itu terdengar, aku jadi kangen berat sama Smala. Sama semua obrolan inteleknya. Memang ya, kualitas seseorang itu terbukti dari apa yang mereka bicarakan.

Ayolah bagi yang merasa dirinya maba. Apa susahnya kita nurut sama senior? Kita nggak bakalan disesatin kok. Apa susahnya sih berpikir positif dan memanfaatkan apa yang kita dapatkan dari ospek ini? Mana kebanggan yang kalian tunjukkan saat pengumuman ujian masuk dulu? Hilang ditelan kata ospek? Nggak kan?

Capek memang, tapi percaya deh, bakalan terbayar kok... Ayo kita jadi mahasiswa yang berkualitas. Yang keberadaannya meninggalkan jejak di jantung kampus. Yang manfaatnya terasa bahkan ke sum sum generasi-entah-keberapa nanti.

Kalau menghadapi permasalahan maba aja kalian begini, gimana kalian mau menghadapi permasalahan dunia? Kalau keluhan itu datang secepat ini, terus didaraskan tanpa kerja, ya jangan marah kalau pemimpin pemimpin bangsa ini juga melakukan hal yang sama.

Kampus itu heterogen. Aku tau. Banyak pemikiran. Aku tau. Tapi tolong, hilangi kebiasaan mengeluh itu. Apa sih yang kalian keluhkan? Sementara yang kalian lihat saat ini hanya melihat permukaannya saja kawan...

Tolong.

No comments:

Post a Comment