Monday, 31 January 2011

kisah seorang pak tua

Pagi pagi aku berangkat.. lewat depan kios--kalau memang bisa disebut kios--orang itu.
Seorang pak tua yang sudah lanjut usianya.
Sendirian menjaga tempat tidur yang sekaligus tempat kerjanya.
Tukang tambal ban sederhana, itulah pekerjaan pak tua

Pagi pagi aku lewat... Sekilas menoleh ke arah beliau, tersenyum sejenak...
Tak dinyana, beliau membalas senyumku..
Senyumnya ramah, membuatku bahagia...

Setiap hari begitulah yang kulalui
Hingga suatu pagi, aku terlambat berangkat... LAngkah kaki kupercepat
Pak tua itu pun tak kusapa..
Aneh memang, tapi seharian aku menyesal...

Esoknya, aku kembali berangkat pagi
Kembali melewati beliau...
Namun aku takut menyapanya, takut kerena kemarin pak tua itu tak kuhiraukan
Dalam ketergesaanku mengejar waktu

Herannya, beliaulah yang menyapaku lebih dulu...
Tersenyum ramah seperti biasa...

Kini aku ingat,
Dulu, saat aku harus berangkat pagi untuk menyambut adik-adikku,
Pukul setengah lima aku berangkat
Fajar masih memucat
Aku melihat pak tua itu meringkuk disamping bak berisi air keruh
Di atas bangku penyimpan perkakasnya

Dan aku belajar,
Dari seorang pak tua yang lanjut usianya...
Tak perlu keadaan mapan untuk menjadi ramah
tak perlu bahagia untuk sekedar menyapa

Dalam senyum yang selalu terukir di wajah pak tua
Yang mengantarku berangkat pagi hari

No comments:

Post a Comment