Kamis, 9 Juni 2016
18.30, Kontrakan tercinta
Hari ini, Ica sama Thifal main (ngebut ngerjain deadline skripsi) di kontrakan. Sebagai pengangguran yang nggak punya kerjaan selain blogging dan baca novel dan nonton drama, maka saya merasa punya tanggung jawab untuk masakin sesuatu buat buka puasa. Maka jadilah saya masak cream pasta.
Bahannya simpel dan seperti biasa aja. Pasta, paprika, sosis, sama bawang bombay. Ditambah susu sama keju. Sudah dikira-kira buat tiga orang yang laper karena seharian nggak makan dan lagi stress ngurusin deadline. Hasilnya? Ternyata kebanyakan :( Enak sih. Tapi masih sisa banyak. Kan sayang.
Hikmahnya, segala hal yang berlebihan itu emang nggak baik. Meskipun sedang laper. Secukupnya saja. Insya Allah berkah.
Anw lagi, itu gambarnya saya ambil dari google. Soalnya cream pasta yang saya masak, saat ini udah habis.
Thursday, 9 June 2016
Ramadhan Hari #3
Rabu, 8 Juni 2016
19.58, Percakapan di WhatsApp
Ceritanya habis bangkrut. Jadi minta subsidi ke Ibu buat serentetan buka puasa bersama. Terus sewaktu udah dikirim subsidinya sama Ibu, tanpa sadar saya nge-chat gini ke Ibu, "Muuci cintaku, I love you, kiss kiss"
Terus saya sadar. Itu adalah kata-kata yang sering sekali saya bilang ke temen-temen. Tulus ataupun tidak. Tapi jarang sekali saya bilang begitu ke Ibu atau Bapak. Padahal Bapak sama Ibu kan juga pingin ya tau anaknya sayang sama mereka atau tidak. Kadang keluarga memang jadi yang paling acuh dalam hal menunjukkan kasih sayang bukan? Jadi mari saling ucapkan sayang ke Bapak dan Ibu selagi masih bisa.
Anw, Ibu senang sekali loh kalo diucapin I love you atau sejenisnya. Meski konteks I love you disini cuma sebagai suap karena abis dikasih subsidi HAHA.
19.58, Percakapan di WhatsApp
Ceritanya habis bangkrut. Jadi minta subsidi ke Ibu buat serentetan buka puasa bersama. Terus sewaktu udah dikirim subsidinya sama Ibu, tanpa sadar saya nge-chat gini ke Ibu, "Muuci cintaku, I love you, kiss kiss"
Terus saya sadar. Itu adalah kata-kata yang sering sekali saya bilang ke temen-temen. Tulus ataupun tidak. Tapi jarang sekali saya bilang begitu ke Ibu atau Bapak. Padahal Bapak sama Ibu kan juga pingin ya tau anaknya sayang sama mereka atau tidak. Kadang keluarga memang jadi yang paling acuh dalam hal menunjukkan kasih sayang bukan? Jadi mari saling ucapkan sayang ke Bapak dan Ibu selagi masih bisa.
Anw, Ibu senang sekali loh kalo diucapin I love you atau sejenisnya. Meski konteks I love you disini cuma sebagai suap karena abis dikasih subsidi HAHA.
Ramadhan Hari #2
Selasa, 7 Juni 2016.
13.30, Gedung MBRC FISIP UI, Depok.
Berkumpul bersama anak-anak 2015 yang lucu. Mereka lagi belajar Teori Komunikasi. Terus sebagai senior baik hati dan pengangguran yang punya banyak waktu, saya ikutan mereka belajar. Lucu sekali. Anak-anak ini sungguhan gitu belajarnya. Maksudnya, mereka benar-benar dengerin dengan sungguh-sungguh, nyatet apapun yang butuh dicatat, tanya kalau nggak paham, dan ngebenerin penjelasan kalo saya salah ngejelasinnya. Lucu sekali kan?
Lantas jadi instropeksi. Kenapa ya dulu saya nggak pernah belajar sekeras ini? Bukan cuma belajar mungkin, dalam segala hal, saya nggak pernah melakukannya dengan maksimal, dan selalu bikin menyesal.
Lantas jadi bersyukur juga. Saya masih dianugerahi bocah-bocah ini, yang semangat nanya-nanya tentang kuliah dan kampus. Yang mungkin mereka nanti yang bakalan bikin saya masuk surga. Siapa yang tahu. Terima kasih ya dek, sudah mau nanya-nanya ke kakakmu ini, meskipun jawabannya bego.
Oya, ini ceritanya lagi Ramadhan Writing Challange diajakin Nindy. Sekian.
13.30, Gedung MBRC FISIP UI, Depok.
Berkumpul bersama anak-anak 2015 yang lucu. Mereka lagi belajar Teori Komunikasi. Terus sebagai senior baik hati dan pengangguran yang punya banyak waktu, saya ikutan mereka belajar. Lucu sekali. Anak-anak ini sungguhan gitu belajarnya. Maksudnya, mereka benar-benar dengerin dengan sungguh-sungguh, nyatet apapun yang butuh dicatat, tanya kalau nggak paham, dan ngebenerin penjelasan kalo saya salah ngejelasinnya. Lucu sekali kan?
Lantas jadi instropeksi. Kenapa ya dulu saya nggak pernah belajar sekeras ini? Bukan cuma belajar mungkin, dalam segala hal, saya nggak pernah melakukannya dengan maksimal, dan selalu bikin menyesal.
Lantas jadi bersyukur juga. Saya masih dianugerahi bocah-bocah ini, yang semangat nanya-nanya tentang kuliah dan kampus. Yang mungkin mereka nanti yang bakalan bikin saya masuk surga. Siapa yang tahu. Terima kasih ya dek, sudah mau nanya-nanya ke kakakmu ini, meskipun jawabannya bego.
Oya, ini ceritanya lagi Ramadhan Writing Challange diajakin Nindy. Sekian.
Saturday, 28 May 2016
Buku Lama
Saya sudah menunjukkan beberapa kali, lewat blog ini maupun lewat media sosial dan perilaku saya (hahaha) bahwa saya sangat, amat, sangat, menyukai buku. Dan semenjak SD hingga sekarang, kolom hobi dalam biodata apapun selalu saya isi dengan membaca. Lucunya (atau mungkin tidak lucu), buku-buku yang membuat saya jatuh cinta dengan membaca agak berbeda dengan buku-buku orang lain.
Orang tua saya keduanya guru. Terkhusus, ayah saya adalah guru SD. Dan sejak dulu, ayah saya sering meminjamkan buku-buku cerita di perpustakaan tempatnya mengajar untuk saya baca. Bukunya merupakan buku fiksi anak, tapi terbitan lama. Rata-rata buku yang saya baca ditulis oleh penulis yang remaja dan dewasa zaman sekarang mungkin tidak pernah dengar. Buku-buku ini terbit sekitar tahun 1980-1990an dan sebagian besar adalah buku milik negara, tidak diperdagangkan karena merupakan bagian dari proyek penyediaan buku bacaan anak Sekolah Dasar milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Orang tua saya keduanya guru. Terkhusus, ayah saya adalah guru SD. Dan sejak dulu, ayah saya sering meminjamkan buku-buku cerita di perpustakaan tempatnya mengajar untuk saya baca. Bukunya merupakan buku fiksi anak, tapi terbitan lama. Rata-rata buku yang saya baca ditulis oleh penulis yang remaja dan dewasa zaman sekarang mungkin tidak pernah dengar. Buku-buku ini terbit sekitar tahun 1980-1990an dan sebagian besar adalah buku milik negara, tidak diperdagangkan karena merupakan bagian dari proyek penyediaan buku bacaan anak Sekolah Dasar milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Saturday, 7 May 2016
Bahasa Indonesia
Tenggat, bukan deadline
Kerangka Acuan, bukan Term of Reference
Peluncuran Akbar, bukan Grand Launching
Bung dan Nona, bukan Ladies and Gentleman
Saya cinta kamu, bukan I love you
Bahasa kita indah. Kenapa tidak memilih menggunakannya?
Kerangka Acuan, bukan Term of Reference
Peluncuran Akbar, bukan Grand Launching
Bung dan Nona, bukan Ladies and Gentleman
Saya cinta kamu, bukan I love you
Bahasa kita indah. Kenapa tidak memilih menggunakannya?
Subscribe to:
Posts (Atom)
